Seperti Cincin dan Permata: Antara UKM dan Imers

Banyak sekali klaim tentang UMKM yang digadang gadang sebagai pahlawan kebangkitan ekonomi nasional. Klaim tersebut didasarkan dari data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang menyebutkan bahwa sektor UMKM berhasil berkontribusi sebesar 60.51% pada PDB nasional. Mengingat besarnya peran UMKM sebagai motor penggerak perekonomian nasional, maka pemerintah berupaya maksimal untuk mendorong UMKM dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan naik kelas.  Salah satu upayanya adalah dengan mendorong UMKM untuk masuk ke ekosistem digital. 

Disisi lain, terdapat sekelompok orang yang dapat memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan teknologi internet. Internet marketers atau imers adalah seseorang atau sekelompok orang yang memulai usaha internet marketing dengan mengiklankan berbagai macam produk milik orang lain di internet melalui Google Ads, Facebook Ads dan email. Di pasar Asia, penetrasi penggunaan iklan berbasis internet dipimpin oleh Tiongkok yang mencapai 74% dari total Asia, sedangkan di Asia Tenggara, Indonesia merupakan salah satu yang memiliki penetrasi pasar tertinggi, mencapai 30% Asia Tenggara. 

Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Imers tentunya merupakan pelaku ekonomi yang memiliki peran krusial dalam perputaran roda ekonomi nasional. Layaknya pelaku ekonomi yang lain, pelaku UKM juga berusaha untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan usaha promosi yang sepadan. Usaha kecil menengah (UKM) dan Imers nyatanya memiliki perbedaan yang dapat diamati dimana salah satunya dapat memaksimalkan fungsi dari teknologi sedangkan pelaku ekonomi yang lainnya belum sepenuhnya dapat memaksimalkan teknologi untuk memasarkan produknya dan memaksimalkan potensi keuntungannya. Perbedaan paling mendasar antara Imers dan UKM dapat dilihat dari titik permulaan karir mereka. Imers memulai karirnya dengan menjual dan mengiklankan produk orang lain, sedangkan UKM cenderung menjual barang produksi sendiri.  Lebih mendalam, perbedaan tersebut dapat dipahami pada Tabel 1.

 

Tabel 1.  Perbedaan antara UKM dengan Imers

Usaha Kecil Menengah 

Imers
1 Menghasilkan produk atau menawarkan jasa untuk menghasilkan produk Memasarkan atau mempromosikan produk
2 Adanya jumlah karyawan tertentu yang telah ditetapkan berdasarkan undang undang Tidak terdapat ketentuan untuk jumlah karyawan yang dimiliki
3 Adanya jumlah kekayaan bersih tertentu yang telah ditetapkan berdasarkan undang-undang  Tidak terdapat ketentuan untuk jumlah kekayaan bersih yang dimiliki
4 Harus memiliki badan hukum  Tidak ada ketentuan untuk memiliki badan hukum 
5 Pemanfaatan teknologi yang seadanya Pemanfaatan teknologi secara maksimal
6 Strategi pemasaran yang berorientasi pada regional di daerah sekitar toko. Memiliki strategi pemasaran yang lebih holistik dan mencakup skala regional yang lebih luas
7 Titik permulaannya berada pada menjual produk sendiri/orang lain secara offline

Titik permulaannya yaitu menjual produk milik orang lain secara online 

Tidak melulu Imers terbelenggu dalam aktivitas yang hanya mengiklankan produk. Pada tahap – tahap tertentu, Imers akan bertransformasi dan memperluas kegiatan bisnisnya hingga mencapai titik dimana mereka harus memproduksi produk mereka sendiri. Pada tahapan itu, karakter dari pelaku Imers akan semakin menyerupai karakter dari pelaku UKM di beberapa aspek. Hal ini juga berlaku pada UKM yang telah melek teknologi. Pada tahap – tahap tertentu, Imers dan UKM akan saling melengkapi satu sama lain yang mana Imers akan mulai merilis produk sendiri dan UKM akan mulai menggunakan internet sebagai media beriklan. Pada tahap ini juga, karakter pelaku UKM akan mulai menyerupai ciri – ciri dari karakter Imers. Tahap ini disebut dengan tahapan konvergensi Imers dan UKM. Adapun ilustrasi konvergensi Imers dan UKM dapat dilihat pada Gambar 1.

Dapat dilihat dari gambar di atas bahwa tahapan karir Imers digambarkan dengan diagram batang berwarna hijau. Dari diagram tersebut, terdapat 5 tahapan dalam karir Imers. Secara berurutan tahapan tersebut dimulai dari Hit and Runner, Survivor, Pioneer, Rising dan Challenger. Di sisi kanan gambar, terdapat diagram berwarna biru yang menyiratkan 5 tahapan dalam karir pelaku UKM. Diawali dengan tahapan Newcomer, lalu Artisan, Emerging, Challenger dan puncaknya di Mainstream. Sejalan dengan pernyataan di atas, akan ada tahapan dimana Imers akan semakin menyerupai karakter dari pelaku UKM di beberapa aspek dan vice versa. 

Oleh karena itu, pada Gambar 1, terdapat tahapan irisan antara Imers dan dan UKM yaitu pada tahapan Challenger. Fakta tersebut didasarkan dari hasil riset yang telah kami lakukan. Hasil ini menuntun pada suatu kesimpulan bahwa UKM dan Imers memiliki karakter dan tujuan akhir yang sama. Usaha yang dilakukan oleh tiap entitas untuk naik kelas ke tahapan selanjutnya akan berbeda – beda. Namun, setelah tahapan Challenger baik Imers dan Challenger memiliki puncak yang sama yaitu Mainstream. Walaupun tahapan Mainstream ini pada prinsipnya adalah puncak dari karir UKM akan tetapi Imers juga dapat menyeberang ke tahapan ini apabila aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Imers lebih menyerupai UKM daripada Imers. Meskipun demikian, usaha yang dilakukan oleh Imers tahapan Challenger dengan UKM tahapan Challenger untuk naik kelas ke Mainstream akan setara satu sama lain.

Baik Imers dan pelaku UKM memiliki peran dan kedudukan yang sama-sama penting sebagai penggerak sirkulasi perekonomian dalam negeri. Sudah sepantasnya Imers dan pelaku UKM mendapatkan perhatian yang lebih dari berbagai lapisan masyarakat terutama pemerintah sebagai regulator agar usaha mereka mendapatkan apresiasi yang layak. Selain itu, penting untuk memaksimalkan upaya – upaya Imers dan pelaku UKM dalam menjalankan usaha melalui regulasi yang berpihak pada mereka. Pada hakikatnya, tiap individu memiliki kebebasan untuk memilih jalur karir mereka masing masing demi mencapai level Mainstream, baik melalui jalur tahapan Imers ataupun jalur tahapan pelaku UKM. Penting untuk disadari bagi calon wirausaha bahwasanya tiap jalur memiliki tantangan dan modal yang berbeda – beda untuk mencapai tujuan masing – masing walaupun muaranya akan sama. 

Patut digarisbawahi bahwa apapun jalur yang dipilih oleh calon wirausaha tidak serta merta menjadikan entitas  yang tidak dipilih sebagai kompetitor. Artinya, tidak serta merta UKM adalah kompetitor imers dan juga sebaliknya. Esensinya kedua entitas tersebut sama – sama berperan penting sebagai penggerak ekonomi dalam negeri. Kompetitor sesungguhnya adalah para pemodal besar asing yang masuk ke dalam negeri dari berbagai celah yang dapat mengancam ekosistem bisnis para wirausaha dalam negeri dan menggeser peran UKM sebagai pahlawan ekonomi bangsa. Maka dari itu, kunci dari keberhasilan para wirausaha adalah kolaborasi. Dengan bergandengan tangan antara Imers dan UKM, niscaya hal ini akan mengantarkan wirausaha lokal menjadi pemenang di negeri sendiri.

Bagikan:

Postingan Terkait